Kamis, 12 September 2013

SAPARATOZZZZZZZZZ


Di tengah hebohnya pemberitaan vicky dan begitu akutnya penyakit latah di negeri ini, saya malah dirundung rasa penasaran dan kagum terhadap sosok nyentrik bernama Tony Blank. 

Mungkin bagi sebagian orang, Tony Blank sudah sangat populer, terutama bagi mereka yang rutin mengikuti TBS alias Tony Blank Show yang diunggah di facebook secara berseri oleh Tim X-Code Yogyakarta. Tapi bagi saya ini masih baru. Hehehe telat banget yah. Saya tidak bisa berhenti tertawa di depan layar monitor menyaksikan kesaktian tony dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan si pewawancara. Tidak ada jawaban tidak tahu. Mas Tony adalah ensiklopedia berjalan versi dirinya sendiri. It’s amazing

Tidak jauh berbeda dengan Vicky, Mas Tony sangat senang berbicara menggunakan bahasa yang agak berbeda dan ngelantur kemana-mana, perlu mengernyitkan dahi sejenak untuk memahaminya. Bedanya, Tony blank dalam setiap racauannya selalu menyelipkan pesan moral dan ketulusan, meskipun selalu diikuti dengan imaginasi yang melebar kemana-mana dan tidak terduga-duga, sementara Vicky meracau dengan tingkat kesombongan dan ketidaksadaran yang akut. Saya agak susah membedakan, yang tidak waras sebenarnya siapa, Tony atau Vicky?


Jika Vicky mengaku sebagai pengusaha kaya yang memiliki konspirasi kemakmuran yang terstatutisasi, maka Tony mengaku terlahir sebagai bayi ajaib di tahun 1969. Dia mengaku pernah tinggal di Detroit dan Jerman, saat tinggal di Jerman mas Tony mengaku bernama TONIKUMBAYER,  suatu kali dia  mengaku sebagai anaknya mami Marie Fredriksson Roxette, saat bertemu Tora Sudiro mengaku sebagai adiknya Ari Wibowo, di waktu yang berbeda dia memanggil dirinya Tony Braxton, dan banyak nama lainnya. Sepertinya orang-orang yang disebutkan itu adalah idolanya Mas Tony. Selain itu Mas Tony juga mengidolakan Soekarno, menganggap Kus Plus sebagai The Beatlesnya Indonesia, dan wanita itu seharusnya seperti Monalisa Asia Pasific Diajeng Bruce Willis Kartini (???). 

Mas Tony adalah ensiclopedia berjalan versi orisinal dirinya sendiri. Internet versi Mas Tony adalah Pac man dan Pac girl. DPR versi Mas Tony adalah singkatan dari Dot Prestation Ratio yang memiki tugas 4 M yaitu Menampung, Mengisi, Menyelamatkan dan Menyeleksi aspiration dan inovation yang dikeluh kesahkan masyarakat, dan mensyaratkan bahwa anggota DPR itu harus jujur dan mempunyai motivation perfect suatu work ego perasaan yang memiliki welas asih dalam sosial, mas Tony juga memiliki fraksi bernama Bijoug Separatoss Blank. Di masa kecilnya, jenis mata uang yang dia gunakan adalah Kiaya Adipati Benggol atau Benggolo dan menggunakan sistem barter ekonomi (???). Mas Tony sangat menyukai bola mulai dari piala Champion sampai AFF, menurut mas Tony, Lionel Messi itu adalah pemain dengan 3 kombinasi yaitu musim panas, musim dingin, dan musim khatulistiwa. Tuing tuing.

Dalam episode hari Ibu, Ibu menurut mas Tony adalah awal jalannya cinta yang mengisi generasi bangsa sebagai penerus. Mas Tony mengenang ibunya sebagai sosok yang indah dalam hidupnya. Pesan yang paling mas Tony ingat dari ibunya adalah suatu saat nanti kalau kamu besar janganlah berbuat SARA, janganlah memberikan cinta pamrih dan cinta mati, cinta ituharus hidup. Aseeeek.

Mas Tony konon mengidap penyakit Schizophrenia dan tiba-tiba datang menjadi penghuni salah satu panti di Yogyakarta setelah gempa berkekuatan besar mengguncang kota tersebut. Berbicara Schizophrenia, pikiran saya langsung ditarik masuk ke dalam dunianya John Nash dan Nathaniel Antony Ayers. Perjalanan hidup kedua orang tersebut menjadi sangat terkenal setelah didokumentasikan dalam film A Beautiful Mind dan The Soloist. 

=====
John Nash adalah seorang matematikawan Amerika Serikat yang ahli dalam bidang teori permainan dan geometrika diferensial. Nash tidak cukup dengan hanya dikatakan cerdas, dia Jenius. Di usianya yang masih sangat muda, Nash sudah bisa menciptakan teori ekonomi, menjadi dosen, dan juga bekerja di NASA. Namun kesuksesan karirnya tidak bertahan lama karena penyakit Schizophrenia yang menyerangnya. Dia memiliki 3 teman imaginasi yang selalu menguntitnya kemana-mana. Dia merasa dipekerjakan oleh lembaga rahasia dan diminta untuk membuat rumus-rumus tertentu. Nash berjuang melawan penyakitnya itu sampai berkali-kali menghuni rumah sakit Jiwa. Beberapa kali membaik namun selalu  berujung membahayakan orang-orang disekitarnya bahkan anaknya sendiri. Tidak mudah bagi Nash mengabaikan bisikan-bisikan dan teman-teman imaginasi itu. Dia sering mengamuk sendiri di kampus dan berteriak you’re not real you’re not real. Sampai pada saat dia menerima Nobel di tahun 1994, dia masih terus dikuntit oleh 3 teman imaginasinya. Setiap ada orang baru yang menyapanya, dia selalu bertanya ke orang lain “apakah kau melihat orang itu?”, untuk memastikan bahwa orang itu real.

Nathaniel Antony Ayers adalah seorang musisi berbakat yang menjadi gelandangan. Dia sangat mencintai alat musik, sejak kecil dia sudah mampu memainkan berbagai alat musik terutama biola. Dia bisa mengurung diri berhari-hari di kamar hanya dengan bermain biola. Penyakit Schizophrenia mulai menyerangnya ketika dia mengecap pendidikan di sekolah musik paling bergengsi di Amerika Serikat Juilliard Music School. Dia terus menerus mendengarkan bisikan-bisikan, membuatnya sangat kacau, dan akhirnya di drop out. Setelah itu Nathaniel menjadi gelandangan yang terus meracau di jalan dan memainkan biolanya yang senarnya tersisa dua. 

=======
Tidak banyak yang tahu latar belakang mas Tony seperti apa. Bisa jadi dahulu, mas Tony adalah seorang jenius atau setidaknya bukan orang yang biasa-biasa, seperti Nash dan Nathaniel.  Ini bisa dilihat dari contain pembicaraannya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, bahasan inggrisnya cukup baik, dia mengerti semua topik, terutama musik. Mas Tony mengenal Papi Jimmy Hendriks, Papi Mick Jagger, dan mengidolakan mami Marie Fredriksson Roxette. Mas Tony tidak sepakat konsep transgender karena  wanita dan pria itu diciptakan berbeda. Wanita mempunya sel indun telur senyawa dan mempunyai nilai negatif yang cukup besar dan selalu mendapat nilai cacimaki solosen dari seorang flying docter dan dokter yang memutuskan bahwa nilai itu nilai sakit. Mas Tony juga tidak sepakat koruptor di hukum  mati, tapi yang dihukum mati itu kinerjanya. 

Mas Tony seperti sumur yang menimbun mutiara, dimana kedalamannya tak ada yang tahu. Kita yang mengatainya gila seharusnya banyak berbenah dan belajar darinya. Dia menjunjung tinggi kebenaran melebihi kita yang mengaku waras.

Mereka yang kita sebut  tidak waras adalah orang-orang suci di mata Tuhan, mereka tidak dihisab atas kegilaan yang mereka lakukan di bumi, sementara kita, yang mengaku waras ini, akan di hisab atas setiap dosa yang kita lakukan di bumi. Lantas, apa yang bisa kita banggakan?

Saparatozzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar