Rabu, 16 September 2015

Be Grateful



Seekor kedelai terus menengadahkan kepalanya ke sebuah pohon apel,  menunggu jatuhnya sebuah apel merah merona, apel yang sudah ia incar selama berbulan-bulan, sejak masih dalam rupa kuncup. 

Sayangnya, apel itu seperti menolak tarikan gravitasi dibawahnya, tak kunjung jatuh. Tinggallah si kedelai meratapi nasib, sungguh malang nasibku, saya hanya ingin mengecap manisnya sebiji apel itu, tapi Tuhan tak memedulikanku sama sekali

Saking sibuknya dengan kesedihannya, ia tak punya waktu untuk melihat ke sekitarnya, disana terhampar kebun anggur yang subur, buah-buahnya jatuh berserak di rerumputan, bahkan banyak yang sudah membusuk. 

Sang kedelai, terlalu sibuk memimpikan manisnya buah apel, hingga tak pernah terpikirkan olehnya untuk mencoba mengecap manisnya anggur. 

Ia terus dirundung sedih dan kelaparan, di tengah kebun anggur yang subur dan luas.

Sungguh, rejeki selalu datang dari segala arah. hanya saja, terkadang kita terlalu fokus pada satu pintu yang tak kunjung tersingkap. 

Kemudian, kita berteman dekat dengan kesepian dan kesedihan.